Kamis, 11 Juni 2020

Imajinasi Squidward

Aku bingung karena gagal paham. Butuh waktu lama untuk bertafakkur dalam hal ini. Memikirkannya saja aku serasa tidak sanggup. Apalagi episode ketika Spongebob dan Patrick membeli sebuah TV, but surprisingly yang mereka ambil hanya kotaknya saja. TV nya? Dibuang ke tong sampah. Kaget nggak sama tingkah laku Patrick sama Spongebob? nggak siiiih, kan emang udah biasa mereka nggak jelas kayak gitu, mirip-mirip kamu lah gon.

Tapi concern saya bukan disana, concern saya ada pada makhluk yang merepresentasikan cumi-cumi? si Squidward. Eh tapi Squidward cumi-cumi atau gurita sih? Who's fucking care about it. I mean, Squidward itu makhluk paling logis di negeri para ikan, Bikini Bottom. Dia selalu berusaha hidup Normal namun terkekang dengan tetangga kanan kiri yang imajnatifnya berlebihan. Di episode inilah kata "imajinasi" sangat ditonjolkan. 

Dengan kenormalannya, Squidward ini frustasi dan hampir depresi hanya karena mikirin gimana caranya si Spongebob sama Patrick memiliki dunia khayalan yang "looks very real and sounds very good" didalam kotak.  Suara yang nyata, alur yang akurat, emosi yang wah banget, diekspresikan dengan keren oleh dua sahabat itu hanya dengan berada didalam kotak. But how?

Pun ketika Squidward masuk ikut nimbrung kedalam kotak agar tahu bagaimana mereka melakukannya, hasilnya nihil. Benar-benar nggak sesuai ekspektasi Squidward. Yang mereka lakukan hanya menutup mata dan berimajinasi sambil berkata-kata "Bip-bip-bip-bip". What the hell???? Semakin frustasilah Squidward. Hampir putus asa dan ingin percaya semua suara itu benar-benar hasil dari imajinasi Spongebob dan Patrick. Sampai akhirnya ia mengendap malam-malam dan masuk kedalam kotak dan tidak menemukan apapun.

Namun ketika kamu percaya imajinasimu, semuanya bekerja sesuai what you thinking. Mengendari sebuah mobil balap padahal Truck sampah. Disaalah letak imajinasi Squidward benar-benar bekerja, saya tekankan sekali lagi "benar-benar bekerja, literally bekerja". Sampai akhirnya saya pun sadar, siapa sebenarnya yang berimajinasi? 

Sedari awal tidak pernah ada suara atau petualangan didalam kotak itu. But the fact? Semuanya ada didalam imajinasi si Squidward. Bukan Spongebob atau Patrick yang imajinasinya paling tinggi. Huwa ha ha ha ha, saya tersenyum sendiri di pagi yang hawa dinginnya saya suka. Walau terkadang absurd, namun hormon dopaminku terpengaruh dan keluar sehingga terasa menyenangkan. Berimajinasilah sesuai yang kalian suka dan sayangi hidup kalian. Tapi jangan lupa, buatlah antitesis dari imajinasi itu sendiri. 
Continue reading Imajinasi Squidward

Aku Yang Selalu Overthinking

Hi...

Perkenalkan, Nama aku Ghoni. Aku tipe orang yang selalu overthinking. Selalu loh ya, bukan kadang-kadang. Overthingking kayak gimana sih? sangat sulit membahasakannya, karena aku suka kehilangan kata untuk mewakili apa isi kepalaku. Tidak heran jika aku berbicara serius untuk sesuatu yang aku merasa sangat pahami, aku menjadi terbata-bata. Alasan itulah yang biasanya membuat aku terkesan selalu berputar-putar dalam menanyakan sesuatu, karena aku susah membahasakannya. Tapi yang jelas, ketika aku bertanya kepalaku pasti mengerti jika ada seusuatu yang salah dan masih belum aku pahami. Apapun tu.

Dan hari ini, tanggal 26 Mei 2020. Aku mengetik ini sebagai daily journalku, dan jujur aku merasa lebih baik ketika menuliskan keluh kesahku. Perlu banget dicoba nih buat kalian semua... Menyenangkan juga loh ternyata...

Tapi hari ini aku agak sedih, karena mungkin aku merasa aku punya jawaban atas salah satu overthingking yang aku alami. Aku menemukan bahasa yang tepat sebagai wakilan dari isi otakku, dan aku menulisnya serta mempublish ini karena jarang sekali aku menemukan kata-kata yang pas untuk mendeskripsikan sesuatu. 

Aku merasa tidak terima terhadap keterbatasan yang ada pada Manusia. Rasanya sangat sedih menyadari bahwa kita sebagai manusia sangatlah terbatas. waktu kita sangatlah sedikit, kesempatan yang kita punya juga sangatlah sedikit. Ini sangatlah bertentangan dengan tujuan hidupku untuk merasakan segala jenis emosi dalam semua kondisi yang ada, karena aku merasa itulah satu-satunya cara aku bisa bisa menyimpulkan apa arti hidup yang sebenarnya. Terlalu banyak hal yang tidak akan pernah kita rasakan sampai waktunya kita meninggal nantinya.

Sedih sih, bercita-cita bisa tinggal menetap sementara di sebuah desa kecil di Hutan Amazon dengan dikelilingi penduduk ramah seperti Marsupilami mungkin tidak akan bisa kesampaian.

Tidak semua hal dapat aku pejari dan kuasai, belajar programming dan belajar fisika kuantum untuk minggu ini? bisa sih... tapi kalau begitu bagaimana aku bisa belajar relativitas dan statistik. Saya yakin anda paham apa maksud saya.

Karena sebagai manusia aku hanya bisa menjalani satu kehidupan saja, rasanya aneh jika harus ketinggalan sesuatu karena tidak bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Walaupun memang, kita tidak akan pernah tahu akan menjadi seperti apa kita kedepannya. Apakah aku akan menjadi Fisikawan? atau tidak menutup kemungkinan menjadi seorang pelawak? atau mungkin penulis? apakah menjadi seorang Ulama? atau mungkin juga tiba-tiba aku menemukan solusi teori string dengan matematika modern yang lebih tinggi dari tensor dan metrik disertai menguasai segala hal tekhnis tentang mesin sehingga aku bisa bebas menjelajahi dunia paralel serta pergi semaunya ke masa depan dan masa lalu? Ha ha. Aku tertawa karena bagian ini terdengar seperti orang yang baru mulai belajar dan ingin pamer, atau mungkin hanya perasaanku saja, tapi ya sudahlah, point-nya bukan itu.

Continue reading Aku Yang Selalu Overthinking